August 30, 2025
2025

Sabah: Permata Tersembunyi Malaysia

Sabah, negara bagian di Malaysia Timur yang berada di Pulau Kalimantan (Borneo), selama ini dikenal sebagai destinasi wisata eksotis dengan keindahan alam luar biasa. Dari Gunung Kinabalu yang menjulang megah, pantai-pantai tropis yang menawan, hingga kekayaan biodiversitas hutan hujan tropis, Sabah menyimpan daya tarik yang unik.

Pada tahun 2025, Sabah berhasil mencatat rekor kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa jumlah turis domestik dan internasional yang datang ke Sabah meningkat hingga 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menempatkan Sabah sebagai salah satu destinasi wisata paling berkembang pesat di Asia Tenggara.

Keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Sabah berhasil menggabungkan strategi promosi internasional, infrastruktur modern, serta pendekatan berkelanjutan yang menarik wisatawan global yang semakin sadar akan isu lingkungan.


Faktor Pendorong Lonjakan Wisatawan

◆ Promosi Pariwisata Internasional

Sabah Tourism Board meluncurkan kampanye global “Sabah: Where Nature Meets Adventure” yang menargetkan pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur. Kampanye ini berhasil menyoroti keindahan Gunung Kinabalu, Taman Laut Tun Sakaran, hingga ekowisata hutan hujan tropis yang kaya satwa liar.

◆ Infrastruktur Transportasi yang Lebih Baik

Pembukaan rute penerbangan langsung dari Tokyo, Seoul, dan Dubai ke Kota Kinabalu mempermudah akses wisatawan internasional. Bandara internasional diperluas, hotel bintang lima bermunculan, tetapi tanpa mengorbankan homestay lokal yang tetap hidup.

◆ Wisata Berkelanjutan

Sabah gencar mempromosikan wisata ramah lingkungan. Program konservasi penyu di Pulau Selingan, penanaman kembali mangrove di Sandakan, dan ekowisata berbasis komunitas menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan modern yang peduli keberlanjutan merasa terhubung dengan nilai-nilai ini.


Ikon Wisata Unggulan Sabah

◆ Gunung Kinabalu

Sebagai gunung tertinggi di Asia Tenggara, Kinabalu selalu menjadi magnet utama. Pendakian ke puncaknya bukan sekadar tantangan fisik, tetapi juga pengalaman spiritual. UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia karena kekayaan flora dan fauna yang luar biasa.

◆ Pulau Sipadan dan Mabul

Destinasi diving kelas dunia ini semakin populer di kalangan penyelam internasional. Dengan visibilitas air jernih dan keragaman terumbu karang, Sipadan dianggap sebagai “surga bawah laut” Asia.

◆ Kebudayaan dan Kuliner

Selain alam, kekayaan budaya etnis Kadazan-Dusun, Bajau, dan Murut menjadi daya tarik utama. Festival Kaamatan (panen padi) serta kuliner lokal seperti hinava (ikan mentah khas Sabah) semakin menarik wisatawan yang mencari pengalaman autentik.


Dampak Ekonomi dan Sosial

◆ Kontribusi terhadap PDB

Pariwisata menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Sabah tahun 2025, dengan kontribusi lebih dari 15% terhadap PDB negara bagian. Ribuan lapangan kerja tercipta di sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM.

◆ Pemberdayaan Komunitas Lokal

Program ekowisata berbasis komunitas membuat masyarakat lokal terlibat langsung dalam industri pariwisata. Mereka tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pemilik usaha homestay, pemandu wisata, dan pengrajin suvenir.

◆ Tantangan Keberlanjutan

Di balik kesuksesan ini, muncul tantangan baru: risiko over-tourism. Pemerintah harus memastikan jumlah wisatawan tidak merusak ekosistem rapuh, terutama di kawasan diving dan hutan lindung.


Sabah Sebagai Role Model Pariwisata ASEAN

Keberhasilan Sabah menarik wisatawan di tahun 2025 menjadikannya role model bagi negara-negara ASEAN lainnya. Pendekatan yang seimbang antara promosi, pembangunan infrastruktur, dan keberlanjutan terbukti efektif.

Negara tetangga seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam kini mempelajari strategi Sabah untuk diterapkan di destinasi mereka. Kolaborasi regional ASEAN di bidang pariwisata pun semakin kuat, dengan tujuan menciptakan jaringan destinasi ramah lingkungan di Asia Tenggara.


Kesimpulan: Sabah Menjadi Bintang Baru Pariwisata Dunia

Dengan rekor kunjungan wisatawan pada tahun 2025, Sabah menegaskan dirinya sebagai bintang baru di peta pariwisata global. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta pendekatan berkelanjutan menjadi kombinasi sempurna yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian alam. Jika berhasil, Sabah tidak hanya akan mempertahankan posisinya, tetapi juga menjadi ikon pariwisata hijau dunia.


Referensi: