August 30, 2025
Armenia

Latar Belakang Konflik Panjang Armenia–Azerbaijan

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan merupakan salah satu perseteruan terlama di kawasan Kaukasus. Akar masalah ini berawal dari perebutan wilayah Nagorno-Karabakh, sebuah daerah pegunungan yang dihuni mayoritas etnis Armenia tetapi diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.

Sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, perang berkali-kali pecah di kawasan ini. Konflik pertama (1988–1994) menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan ratusan ribu pengungsi. Meski sempat ada gencatan senjata, ketegangan tak pernah benar-benar reda.

Perang terbaru terjadi pada 2020, ketika Azerbaijan merebut kembali sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai Armenia. Situasi ini makin memanas dengan bentrokan sporadis hingga 2023–2024. Banyak pihak khawatir bahwa konflik ini bisa berlarut-larut seperti “luka terbuka” di Kaukasus.


Kesepakatan Damai 2025: Peran Mediasi Amerika Serikat

Pada 8 Agustus 2025, dunia menyaksikan momen bersejarah ketika Armenia dan Azerbaijan resmi menandatangani kesepakatan damai dengan mediasi Amerika Serikat. Perjanjian ini dianggap sebagai titik balik, mengakhiri puluhan tahun konflik berdarah.

Beberapa poin penting dalam perjanjian damai tersebut adalah:

  1. Pengakuan Perbatasan – Armenia secara resmi mengakui wilayah Nagorno-Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan.

  2. Hak Etnis Armenia – Azerbaijan menjamin hak-hak sipil, budaya, dan agama etnis Armenia di Karabakh.

  3. Penarikan Pasukan – Armenia menarik sisa pasukan dari wilayah sengketa.

  4. Koridor Konektivitas – Dibuka jalur ekonomi dan transportasi yang menghubungkan Armenia–Azerbaijan–Turki.

  5. Pemantauan Internasional – Pasukan pengawas dari PBB ditempatkan untuk menjamin implementasi kesepakatan.

Amerika Serikat memainkan peran besar dalam memediasi. Washington menganggap stabilitas Kaukasus penting, baik untuk geopolitik maupun jalur energi yang melintasi wilayah tersebut.


Respon Domestik Armenia dan Azerbaijan

Di Armenia, kesepakatan ini memicu pro-kontra. Sebagian rakyat menganggapnya sebagai kekalahan pahit karena harus menyerahkan klaim atas Karabakh. Namun, banyak juga yang menyambut baik karena perang panjang telah menguras ekonomi, menghambat pembangunan, dan menyebabkan korban jiwa yang tak terhitung.

Di Azerbaijan, kesepakatan damai disambut sebagai kemenangan diplomatik. Presiden Ilham Aliyev menegaskan bahwa integritas teritorial negaranya akhirnya diakui penuh. Namun, ia juga menekankan bahwa perlindungan etnis Armenia di Karabakh adalah komitmen yang harus dijaga demi perdamaian jangka panjang.

Reaksi publik di kedua negara cukup emosional. Di Yerevan, terjadi demonstrasi kecil dari kelompok nasionalis yang menolak perjanjian. Sementara di Baku, ribuan orang turun ke jalan merayakan kemenangan dengan kembang api.


Dampak Geopolitik di Kawasan Kaukasus

Kesepakatan damai ini mengubah peta geopolitik Kaukasus. Beberapa dampak penting antara lain:

  1. Turki dan Rusia
    Turki, sekutu dekat Azerbaijan, mendukung penuh perjanjian ini. Rusia, yang biasanya memosisikan diri sebagai penengah, kali ini justru kehilangan pengaruh karena mediasi dilakukan Amerika Serikat.

  2. Amerika Serikat dan Uni Eropa
    AS dan UE menyambut positif kesepakatan ini karena membuka jalur energi baru dari Azerbaijan ke Eropa tanpa harus bergantung pada Rusia.

  3. Iran
    Iran yang berbatasan dengan kedua negara memantau situasi dengan hati-hati. Stabilitas Kaukasus berarti keamanan perbatasan mereka lebih terjamin.

  4. Stabilitas Regional
    Kaukasus yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan konflik kini berpeluang menjadi jembatan ekonomi antara Asia dan Eropa.


Dampak Ekonomi dan Konektivitas Regional

Selain menghentikan perang, kesepakatan damai Armenia–Azerbaijan 2025 juga membawa peluang ekonomi besar:

  • Koridor Transportasi Baru
    Jalur darat dan kereta api yang menghubungkan Armenia, Azerbaijan, dan Turki akan dibuka. Ini mempercepat perdagangan lintas regional.

  • Investasi Infrastruktur
    Uni Eropa berjanji mengucurkan dana miliaran euro untuk membangun kembali wilayah Karabakh, termasuk jalan, sekolah, dan rumah sakit.

  • Energi
    Azerbaijan sebagai salah satu pemasok gas alam utama dunia kini bisa memperluas ekspor ke Eropa dengan jalur lebih aman.

  • Pariwisata
    Wilayah Kaukasus yang indah dengan pegunungan dan budaya unik bisa berkembang sebagai destinasi wisata baru.


Tantangan Implementasi Kesepakatan

Meski sudah ditandatangani, tantangan besar masih menanti:

  1. Kepercayaan Publik – Generasi yang hidup dalam konflik selama puluhan tahun masih menyimpan trauma dan kebencian.

  2. Hak Minoritas – Apakah Azerbaijan benar-benar bisa melindungi hak-hak etnis Armenia di Karabakh?

  3. Politik Domestik – Pemerintah Armenia berisiko kehilangan dukungan rakyat jika dianggap menyerah terlalu mudah.

  4. Campur Tangan Asing – Rusia, Iran, dan Turki punya kepentingan masing-masing yang bisa memengaruhi stabilitas.

Tanpa implementasi yang konsisten, kesepakatan ini bisa rapuh. Oleh karena itu, peran pemantau internasional sangat penting untuk menjamin kelanjutan perdamaian.


Kesimpulan

Kesepakatan damai Armenia–Azerbaijan 2025 adalah tonggak sejarah penting di Kaukasus. Meski tidak mudah, perjanjian ini memberi harapan baru setelah puluhan tahun perang. Jika berhasil dijalankan, kawasan yang dulu dilanda konflik bisa berubah menjadi pusat perdagangan, energi, dan pariwisata yang menghubungkan Asia dengan Eropa.

Bagi masyarakat Armenia dan Azerbaijan, perdamaian berarti kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih stabil. Namun, kesabaran, kompromi, dan pengawasan internasional tetap diperlukan agar mimpi perdamaian tidak hanya menjadi janji di atas kertas.


Referensi: